wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t
Bookmark

Epistel Minggu 16 Agustus 2026 - Galatia 3 ayat 26-29

Epistel-Minggu-2-Agustus-2026-2-Korintus-1-ayat-15-24-Semua-Janji-Tuhan-Dipenuhi

Epistel Minggu 16 Agustus 2026 Minggu Kesebelas Setelah Trinitatis tertulis dalam Kitab Galatia 3 ayat 26 - 29. Mari kita perdalam pemahaman kita terhadap Perikop Epistel ini. Sesuai dengan Almanak Gereja kita yang menjadi tema Epistel adalah "Taati Hukum dan Tegakkan Keadilan." Mari kita ikuti pembahasannya. 

Pendahuluan 

Merdeka!!! Sekali merdeka tetap merdeka! Sebagai bangsa yang merdeka haruslah menyatakan perbuatan dan tindakan sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan terhadap umat-Nya setelah kita telah dimerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Iblis tidak akan berhenti merayu dan membujuk kita agar kita melanggar aturan dan perintah Allah sehingga kita pun kembali menjadi dikuasai dan diperbudak olehnya di dalam dosa. Dosa akan mengarahkan kita kepada kebinasaan dan maut, rusaknya hubungan kita dengan sesama dan kepada TUHAN. Dosa akan menutup semua kasih dan pengampunan sehingga yang terjadi adalah perselisihan, dendam, penindasan, ketidakadilan dan hidup semena – mena kepada sesama manusia. 

Sungguh besar kasih Allah kepada manusia dan dunia; IA tidak membiarkan manusia itu selalu dikuasai iblis dan kuasa dosa. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus di mana di dalam Yesus Kristus Allah menyatakan kasih, hukum dan keadilan-Nya. Manusia tidak akan mampu dengan semua keberadaannya dan keberadaan yang ada di dunia ini untuk membebaskan dia dari kuasa dosa dan melawan iblis. Oleh karena itu, di dalam dan oleh Yesus Kristus, mampu memerdekakan kita dari kuasa dosa dan kita mampu melawan iblis. Hanya di dalam dan oleh Yesus Kristus kita yang sebelumnya dikuasai oleh iblis untuk bebuat dosa, kini kita dipimpin oleh Yesus Kristus untuk berbuat semua firman dan kehendak-Nya. Di dalam dan oleh Yesus Kristuslah kita akan disebut anak – anak Allah, seperti yang diungkapkan oleh Paulus dalam nas khotbah ini. 


Advertisement - Scroll untuk terus membaca postingan.

Pembahasan 

Kitab Galatia merupakan surat yang dituliskan oleh rasul Paulus sekitar tahun 53 – 56 M. ketika ia berada di kota Korintus dan surat ini ditujukan kepada jemaat yang di kota Galatia. Kota Galatia berada di Asia Kecil, yang sekarang dikenal sebagai Turki. Paulus mendengar bahwa ada pergumulan atau masalah yang dihadapi oleh jemat Kristen di kota itu yaitu munculnya kelompok pengajar sesat yang berasal dari kelompok Yahudi yang membenci Paulus. Kelompok tersebut menyebarkan berita mengenai kerasulan Paulus yang menyebabkan jemaat meragukan kerasulan Paulus. Pada awal suratnya ini, Paulus menyebutkan dirinya adalah benar – benar rasul Yesus Kristus walaupun ia tidak termasuk dari 12 murid yang dipilih oleh Yesus. Kerasulan Paulus tidak ia peroleh dari Yesus Kristus ketika IA masih di dunia ini; melainkan Paulus menerima kerasulan itu dari Yesus Kristus ketika Yesus Kristus telah naik ke Sorga dan turunnya Roh Kudus. Yesus Kristus sendiri yang menangkap dan menetapkan Paulus menjadi rasulnya, ketika ia akan berangkat ke Damsyik dalam rangka penindasan kepada orang Kristen. Kerasulan Paulus lebih banyak dilakukan di luar orang Yahudi, itu sebabnya nama yang sering dipakai adalah Paulus. Saulus merupakan nama Paulus yang ia pakai ketika ia masuk dalam komunitas Yahudi dan nama Paulus dipakai ketika ia berada di luar komunitas Yahudi. Dalam surat Galatia ini, Paulus mengajarkan dan menasehati jemaat Kristen yang ada di kota Galatia agar mereka berperilaku sebagaimana mereka telah dimerdekakan dari kuasa dosa melalui pembenaran yang diperbuat oleh Allah. Kita hanya dapat mengenal pembenaran dan anugerah Allah hanya oleh iman dan bukan oleh aturan – aturan manusia. 

Seperti yang telah diketahui bahwa dalam komunias Yahudi sangat banyak aturan atau hukum yang diperbuat yang menyebabkan mereka menjadi eksklusif atau tertutup bagi orang – orang di luar komunitasnya. Komunitas Yahudi menganggap bahwa hanya merekalah yang paling benar dan sangat layak diselamatkan karena mereka menaati aturan, hukum dan tatanan yang ada pada mereka; komunitas di luar Yahudi merupakan komunitas yang tidak layak beroleh keselamatan. Komunitas di luar Yahudi bisa saja beroleh keselamatan seperti yang dimiliki oleh Yahudi akan tetapi mereka harus turut taat kepada tradisi, aturan – peraturan serta hukum Yahudi tanpa itu keselamatan tidak akan terjadi pada mereka. Bagi kelompok Yahudi, walaupun orang – orang di luar Yahudi telah menjadi Kristen namun apabila mereka tidak mengikuti tradisi, aturan – peraturan dan hukum Yahudi mereka juga tidak beroleh keselamatan. Keselamatan yang dapat diperoleh hanya ketika mereka melalukan seluruh tradisi, aturan dan hukum yang berlaku dalam komunitas Yahudi.

Pemahaman itu tentunya membuat keraguan bagi jemaat Kristen yang berasal dari luar komunitas Yahudi mengenai iman mereka. Apakah mereka akan beroleh keselamatan oleh karena iman mereka kepada Yesus? Atau apakah keselamatan itu diperoleh ketika mereka melakukan dan menaati tradisi, aturan – peraturan serta hukum yang berlaku dalam komunitas Yahudi. Oleh karena itulah Paulus melalui suratnya ini menyampaikan kepada jemaat Kristen yang ada di kota Galatia bahwa mereka juga adalah anak – anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus (ay. 1). Status anak Allah disematkan kepada jemaat Galatia yang menyatakan bangsa non Yahudi bukan karena kepatuhan dan keikutsertaan mereka melakukan tradisi, atau aturan dan hukum Yahudi tetapi karena iman mereka kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah penggenapan dan pemenuhan Hukum Taurat (tӧrāh), hukum (mišpāṭ), dan keadilan (ṣedeq) sebagai penyataan kemuliaan TUHAN dengan tindakan-Nya.

Status ke-anak-an Allah dinyatakan ketika kita dibaptis di dalam Kristus (ay. 2). Ayat 2 ini meningatkan kita mengenai ajaran Paulus kepada jemaat Kristen di kota Roma: “...tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Roma 6: 3 – 11).

Hanya oleh dalam imanlah kita dapat mengenal bahwa hanya di dalam Yesus Kristuslah kita beroleh keselamatan. Kita telah dipersatukan dan dipersekutukan bukan karena dalam satu tradisi atau hukum tetapi karena kita hidup di dalam Yesus Kristus dan mengenakan Kristus. Keselamatan yang Yesus Kristus telah nyatakan tidak dapat dibatasi oleh satu suku, tradisi, aturan, hukum yang ada tetapi keselamatan yang Yesus Kristus telah nyatakan adalah kesempurnaan dari semua suku, tradisi, aturan atau hukum. Di dalamnya tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani, tidak ada lagi hamba atau orang merdeka, tidak ada lagi laki – laki atau perempuan karena kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus (ay. 28). Allah yang kita sembah adalah Allah semua suku, semua bahasa, semua tradisi. Ungkapan ayat 28 ini sama dengan pengajaran Paulus ketika ia menuliskan suratnya kepada jemaat di kota Roma: “Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” (Roma 3: 29 – 31)


Advertisement - Scroll untuk terus membaca postingan.

Kesimpulan dan Refleksi 

Nas khotbah epistel ini mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan dari perbudakan dosa telah dinyatakan Allah secara sempurna di dalam dan oleh Yesus Kristus. Hanya di dalam dan oleh Yesus Kristuslah keselamatan dan kemerdekaan itu nyata dan terjadi. Kemerdekaan yang telah kita peroleh tidaklah dipergunakan untuk memperbuk atau mendiskreditkan sesama manusia yang memiliki perbedaan dengan kita seperti suku, bahasa, tradisi, agama dan perbedaan lainnya. Kemerdekaan yang telah Yesus Kristus perbuat di dalam dan oleh-Nya adalah kemerdekaan yang merajut persaudaraan yang rukun. Perbedaan adalah hal alamiah karena Allah sendiripun menciptakan segalanya berbeda namun semuanya baik.

Imanlah yang mampu menguatkan dan mengajarkan kita mengenai keselamatan atau kemerdekaan yang telah Allah lakukan. Iman di dalam Yesus Kristus. Di dalam Yesus ada persaudaraan yang rukun, hidup berdampingan dan harmonis. Perbedaan bukan lagi sebagai pemecah atau menjadi masalah tetapi menjadi kekayaan. Hanya di dalam Yesus Kristuslah kita akan mampu menghormati, mengasihi bahkan berbuat yang terbaik untuk sesama kita walaupun di tengah perbedaan yang ada. Kita semua adalah anak Allah yang telah dipersekutukan di dalam baptisan di dalam nama Allah Bapa dan anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh kudus. Kita adalah milik Yesus Kristus. Apabila kita telah menjadi miliki Yesus maka kita adalah keturunan Abraham yang behak menerima janji Allah. Itu berarti kita juga akan turut mewarisi janji Allah yang telah Allah nyatakan kepada Abraham. Amin


Catatan: 
Semua iklan yang terdapat pada website dan tulisan ini tidak ada hubungannya dengan timothysaragi.com. 

Dapatkan update artikel terbaru dari timothysaragi.com. Mari bergabung di Channel WhatsApp atau "timothysaragi.com Artikel Update", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VapB7ASBVJlBihjSSW2q, kemudian join. Atau di Channel Telegram, caranya klik link https://t.me/timothysaragicomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 


Posting Komentar

Posting Komentar