wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t
Bookmark

Renungan Harian 16 September 2026 - Yesus Datang Memberi Hidup


Bacaan:
 
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." 
- Yohanes 10:10 

Perkataan Yesus dalam Yohanes 10:10 memperlihatkan dengan sangat jelas perbedaan antara tujuan kedatangan pencuri dengan tujuan kedatangan-Nya. Yesus berkata bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Sebaliknya, Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Ada pertentangan yang sangat kuat di dalam ayat ini: Pencuri mengambil kehidupan, sedangkan Yesus memberikan kehidupan. 

Ketika Yesus berbicara tentang pencuri, Ia tidak sedang mengatakan bahwa diri-Nya adalah pencuri. Justru sebaliknya, Yesus sedang membuat sebuah perbandingan yang tajam. Pencuri datang dengan tujuan mengambil, merusak dan menghancurkan. Dalam konteks Yohanes 10, Yesus sedang berbicara mengenai domba dan gembala. Ada orang-orang yang datang kepada domba bukan sebagai gembala yang benar, sehingga kehadiran mereka tidak membawa keselamatan dan kehidupan. Mereka mengambil keuntungan dan pada akhirnya membawa kerusakan. Tetapi Yesus datang dengan tujuan yang sama sekali berbeda. 

Yesus berkata, "Aku datang." Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan Yesus ke dunia bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa tujuan. Yesus datang ke tengah-tengah manusia untuk melaksanakan kehendak Bapa dan membawa keselamatan. Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang telah kehilangan arah. Ia datang kepada manusia yang hidup dalam dosa, ketakutan, penderitaan dan keputusasaan. Ia datang sebagai Gembala yang baik yang mengenal domba-domba-Nya dan memberikan hidup-Nya bagi mereka. 

Lalu apa yang dimaksud dengan "mempunyai hidup"? Yesus tentu tidak sedang berbicara hanya tentang keberadaan fisik manusia. Setiap manusia memang hidup secara jasmani, tetapi kehidupan yang dimaksud Yesus jauh lebih dalam daripada sekadar bernapas, bekerja, memiliki makanan, mempunyai harta atau menikmati kehidupan dunia. Hidup yang diberikan Yesus adalah kehidupan yang berasal dari Allah, kehidupan yang memiliki hubungan dengan Tuhan, kehidupan yang diselamatkan dan memiliki pengharapan di dalam Kristus. 

Karena itu, ketika Yesus mengatakan bahwa Ia datang supaya kita mempunyai hidup dalam segala kelimpahan, kita tidak boleh langsung mengartikannya sebagai janji bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti akan menjadi kaya, selalu sehat, tidak mempunyai masalah atau mendapatkan semua yang diinginkannya. Kehidupan yang berkelimpahan bukan berarti kehidupan tanpa persoalan. Orang yang percaya kepada Kristus tetap dapat mengalami kesulitan, kehilangan, sakit, kekecewaan dan pergumulan. Tetapi di tengah semuanya itu, ia tidak kehilangan Kristus. Ia tetap mempunyai pengharapan, kekuatan, damai sejahtera dan tujuan hidup karena hidupnya berada di dalam Tuhan. 

Inilah yang perlu kita pahami dengan benar. Hidup berkelimpahan bukan berarti memiliki segala sesuatu yang kita inginkan, tetapi memiliki kehidupan yang penuh di dalam Kristus. Dunia sering mengajarkan bahwa hidup akan menjadi berarti jika kita memiliki banyak uang, jabatan, popularitas, keberhasilan, harta benda atau pengakuan dari orang lain. Kita kemudian mengejar semuanya itu dan berpikir bahwa semakin banyak yang kita miliki, semakin penuh kehidupan kita. Tetapi pada akhirnya kita dapat menyadari bahwa semua itu tidak selalu memberikan kepuasan dan kedamaian yang sejati. 

Karena itu kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kita mencari kehidupan? Apakah kita mencari kepenuhan hidup di dalam Tuhan, atau justru menggantungkan kehidupan kita kepada hal-hal yang dapat hilang kapan saja? Uang dapat habis, jabatan dapat berakhir, popularitas dapat hilang, kesehatan dapat berubah, manusia dapat mengecewakan, dan berbagai pencapaian duniawi tidak dapat menjadi dasar kehidupan yang kekal. Semua itu dapat menjadi bagian dari kehidupan, tetapi tidak boleh menjadi sumber kehidupan kita. 

Yesus juga mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang dapat menjadi seperti "pencuri" dalam kehidupan kita. Kekuatiran yang berlebihan dapat mencuri damai sejahtera. Kebencian dapat mencuri sukacita. Iri hati dapat mencuri rasa syukur. Dosa dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan. Keinginan untuk selalu mendapatkan pengakuan manusia dapat membuat kita kehilangan kebebasan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Ambisi yang tidak terkendali juga dapat membuat kita mengorbankan keluarga, iman dan nilai-nilai kehidupan hanya demi mencapai sesuatu yang kita inginkan. 

Karena itu, kita perlu kembali kepada Yesus. Jangan sampai kita mencari kehidupan di tempat yang salah. Ketika hati kita kosong, jangan langsung mengisinya dengan segala sesuatu yang ditawarkan dunia. Ketika kita takut, jangan hanya mencari keamanan dari apa yang kita miliki. Ketika kita kecewa, jangan mencari pelarian yang justru menjauhkan kita dari Tuhan. Datanglah kepada Yesus, sebab Ia berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup." 

Namun, percaya kepada Yesus juga bukan berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa dalam kehidupan. Kita tetap harus bekerja, belajar, merencanakan masa depan, bertanggung jawab terhadap keluarga, menjaga kesehatan, menggunakan kesempatan dengan baik dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Tetapi semua itu kita jalani dengan menempatkan Tuhan sebagai sumber dan dasar kehidupan kita. Kita melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh, tetapi kita tidak menggantungkan seluruh hidup kepada kemampuan kita sendiri. 

Hidup yang diberikan Kristus juga seharusnya membuat kita menjadi orang yang memberikan kehidupan kepada orang lain. Kalau Yesus datang untuk memberikan hidup, maka sebagai pengikut-Nya kita dipanggil untuk menghadirkan kehidupan bagi sesama. Jangan sampai perkataan kita menjadi sesuatu yang menghancurkan orang lain. Jangan sampai sikap kita membuat orang lain kehilangan pengharapan. Jangan sampai kita mengambil keuntungan dengan merugikan orang lain. Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi seperti pencuri yang mengambil sukacita, merusak nama baik dan menghancurkan kehidupan sesama. 

Sebaliknya, mari menjadi orang yang membawa kehidupan. Melalui perkataan yang menguatkan, pengampunan, kepedulian, pertolongan, kejujuran dan kasih, kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Kita telah menerima kehidupan dari Kristus, maka kehidupan itu juga hendaknya menjadi berkat bagi orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. 

Kita mungkin kehilangan banyak hal dalam kehidupan. Ada masa ketika rencana kita tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ada masa ketika pekerjaan menjadi sulit, hubungan mengalami masalah, kesehatan terganggu atau masa depan terasa tidak pasti. Tetapi jangan sampai kita kehilangan kepercayaan kepada Yesus. Sebab ketika kita memiliki Kristus, kita memiliki sumber kehidupan yang sejati. 

Pencuri datang untuk mengambil kehidupan, tetapi Yesus datang untuk memberikan kehidupan. Pencuri datang untuk membunuh dan membinasakan, tetapi Yesus datang untuk menyelamatkan dan memberikan kehidupan dalam segala kelimpahan. Karena itu, jangan hanya mencari apa yang dapat membuat hidup kita terlihat berhasil di mata manusia. Carilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Tinggallah di dalam Kristus dan percayalah kepada-Nya. 

Yesus datang memberi hidup. Karena itu, mari kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, hidup di dalam-Nya, dan menjadikan kehidupan yang kita terima dari-Nya sebagai berkat bagi orang lain. Kiranya kehidupan kita bukan hanya dipenuhi oleh berbagai hal yang kita miliki, tetapi terutama dipenuhi oleh kehadiran Kristus, pengharapan dan kasih Tuhan. Tuhan menyertai kita sekalian. Amin. 

Selamat menjalani kehidupan. 

Doa: 

Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau datang ke dunia untuk memberikan kehidupan kepada kami. Tolonglah kami supaya tidak mencari kepenuhan hidup di tempat yang salah. Ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu di tengah segala keadaan, baik ketika kami mengalami sukacita maupun ketika kami menghadapi pergumulan. Penuhilah hidup kami dengan kasih, damai sejahtera dan pengharapan yang berasal dari-Mu. Tolonglah kami agar kehidupan yang Engkau berikan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. 

Ditulis oleh Pdt. Timothy Saragi 

Catatan: 
Semua iklan yang terdapat pada website dan tulisan ini tidak ada hubungannya dengan timothysaragi.com. 

Dapatkan update artikel terbaru dari timothysaragi.com. Mari bergabung di Channel WhatsApp atau "timothysaragi.com Artikel Update", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VapB7ASBVJlBihjSSW2q, kemudian join. Atau di Channel Telegram, caranya klik link https://t.me/timothysaragicomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 
0

Posting Komentar