wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t
Bookmark

Renungan Harian 7 September 2026 - Allah adalah Alfa dan Omega


Bacaan:
 
Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 
- Wahyu 21:6 

Zaman terus berubah. Hidup kita rasanya seperti digempur dengan berbagai persoalan yang datang silih berganti. Ada persoalan dalam keluarga, pekerjaan, ekonomi, relasi dengan sesama, bahkan persoalan yang muncul karena perubahan zaman yang begitu cepat. Belum selesai satu persoalan, muncul lagi persoalan yang lain. Tidak jarang keadaan seperti ini membuat kita merasa lelah, kehilangan arah, bahkan kehilangan pengharapan. 

Kita hidup di tengah dunia yang terus bergerak. Apa yang dahulu kita kenal, sekarang sudah berubah. Teknologi semakin maju, cara manusia berkomunikasi berubah, cara bekerja berubah, bahkan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat juga mengalami perubahan. Kita dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan keadaan. Namun di tengah semua perubahan itu, ada satu pertanyaan penting bagi kehidupan kita: Kepada siapa kita harus berharap? 

Dalam Wahyu 21:6 Tuhan berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.” Alfa adalah huruf pertama dan Omega adalah huruf terakhir dalam abjad Yunani. Ketika Allah menyatakan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, Allah sedang menyatakan bahwa Ia adalah awal dan akhir dari segala sesuatu. Sebelum ayat ini, Yohanes melihat penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru. Ia melihat Yerusalem yang baru, tempat Allah diam bersama-sama dengan umat-Nya. Kemudian Tuhan berkata, “Semuanya telah terjadi.” Apa yang dimaksudkan dengan semuanya telah terjadi? 

Yang dimaksud adalah bahwa segala sesuatu yang Allah rancangkan dan janjikan sedang menuju kepada penggenapannya. Sejarah kehidupan manusia bukan berjalan tanpa arah. Ada awal, ada perjalanan, dan ada akhir. Tetapi seluruh perjalanan itu berada dalam tangan Allah. Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. 

Karena itu, pengakuan bahwa Allah adalah Alfa dan Omega bukan hanya berbicara tentang siapa Allah, tetapi juga berbicara tentang bagaimana kita menjalani kehidupan. Kita hidup di antara awal dan akhir. Kita tidak mengetahui seluruh perjalanan yang akan kita lalui. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun-tahun yang akan datang. Tetapi Allah mengetahuinya. 

Kita sering kehilangan pengharapan karena perhatian kita terlalu tertuju kepada apa yang sedang terjadi di depan mata. Kita melihat persoalan hari ini, lalu kita merasa seolah-olah tidak ada jalan keluar. Kita melihat masa depan yang tidak pasti, lalu kita menjadi takut. Padahal kita hanya melihat satu bagian kecil dari perjalanan hidup kita, tetapi Tuhan melihat keseluruhannya. 

Manusia berubah. Keadaan berubah. Zaman berubah. Apa yang kita miliki hari ini bisa berubah besok. Orang yang dahulu bersama kita bisa pergi. Pekerjaan bisa berubah. Ekonomi bisa berubah. Teknologi berubah dengan sangat cepat. Bahkan kehidupan kita sendiri terus mengalami perubahan. Tetapi Allah tetap. 

Inilah yang seharusnya menjadi dasar pengharapan kita. Jika kita menaruh pengharapan hanya kepada keadaan, maka ketika keadaan berubah, pengharapan kita pun akan goyah. Jika kita menaruh pengharapan hanya kepada manusia, manusia bisa mengecewakan. Jika kita menaruh pengharapan hanya kepada harta dan kemampuan diri sendiri, semuanya memiliki keterbatasan. Tetapi Tuhan tidak berubah. Ia adalah Alfa dan Omega. Ia ada pada awal juga ada pada akhir. Ia menyertai kita dalam seluruh perjalanan kehidupan kita. Karena itu, persoalannya bukan apakah zaman akan berubah atau tidak. Zaman pasti berubah. Persoalannya adalah: Kepada siapa kita menaruh pengharapan ketika zaman berubah? 

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk tetap berharap kepada Tuhan. Bukan karena kita mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi karena kita mengetahui siapa yang memegang masa depan itu. Kita mungkin tidak mengetahui jalan yang akan kita lalui, tetapi kita tahu bahwa Tuhan berjalan bersama kita. 

Setelah menyatakan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, Tuhan melanjutkan dengan berkata, “Aku akan memberi minum kepada orang yang haus dari mata air kehidupan dengan cuma-cuma.” Ada hubungan yang sangat indah antara kedua pernyataan ini. Allah yang adalah Alfa dan Omega adalah Allah yang memperhatikan manusia yang haus. Ia bukan Allah yang jauh dan tidak peduli terhadap pergumulan manusia. Ia mengetahui kehausan manusia dan menyediakan air kehidupan. 

Manusia bisa haus bukan hanya secara jasmani. Kita bisa juga haus akan pengharapan, damai sejahtera, kasih, pengampunan, kepastian, dan kehidupan. Dalam kehausan itu, kita sering mencari kepuasan dari berbagai hal. Kita mengejar harta, jabatan, kesenangan, popularitas, hubungan dengan orang lain, bahkan berbagai pencapaian dalam hidup. Tetapi semuanya tidak mampu memberikan kepuasan yang kekal. 

Tuhan berkata bahwa orang yang haus akan diberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Artinya, kehidupan yang berasal dari Tuhan bukan sesuatu yang dapat kita beli dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Tuhan memberikannya sebagai anugerah. 

Maka hari ini kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Apa yang sebenarnya menjadi pengharapan kita? Ketika kehidupan terasa berat, kepada siapa kita datang? Ketika masa depan terasa tidak pasti, kepada siapa kita bersandar? Ketika hati kita haus akan ketenangan dan kehidupan, dari mana kita mencari kepuasan? Jangan sampai karena dunia terus berubah, kita ikut kehilangan arah dan kehilangan pengharapan. Jangan sampai perubahan zaman membuat kita lupa bahwa ada Tuhan yang tidak berubah. 

Ketika kita merasa kehilangan arah, jangan kehilangan Tuhan. Ketika kita merasa kehilangan pengharapan, datanglah kepada Tuhan. Sebab zaman boleh berubah, keadaan boleh berubah, hidup kita boleh berubah, tetapi Tuhan tetap menjadi pengharapan kita. Kita tidak mengetahui seluruh perjalanan hidup kita, tetapi kita tahu siapa yang memegang awal dan akhir perjalanan itu. Allah adalah Alfa dan Omega. 

Karena itu, marilah kita tetap berharap kepada Tuhan. Apa pun yang sedang kita hadapi hari ini, jangan menyerah. Apa pun yang akan terjadi di masa depan, jangan kehilangan pengharapan. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi Tuhan mengetahuinya. Ia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Dan ketika hati kita haus, datanglah kepada-Nya. Ia menyediakan mata air kehidupan. Dengan cuma-cuma Tuhan memberikan kehidupan dan pengharapan kepada setiap orang yang datang kepada-Nya. 

Kiranya di tengah dunia yang terus berubah, kita tetap memiliki pengharapan yang tidak berubah, yaitu Tuhan sendiri. Tuhan menyertai kita sekalian. Amin. 


Selamat menjalani kehidupan. 

Doa: 

Ya Tuhan Allah, Engkau adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Kami mengakui bahwa kehidupan kami ada dalam tangan-Mu. Ketika dunia berubah dan berbagai persoalan datang dalam kehidupan kami, sering kali kami menjadi takut, lelah, kehilangan arah dan kehilangan pengharapan. 

Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sering berharap kepada manusia, keadaan, harta, kekuatan diri sendiri dan berbagai hal duniawi daripada berharap kepada-Mu. Ajarlah kami untuk tetap percaya kepada-Mu dalam segala keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin. 

Ditulis oleh Pdt. Timothy Saragi 


Catatan: 
Semua iklan yang terdapat pada website dan tulisan ini tidak ada hubungannya dengan timothysaragi.com. 

Dapatkan update artikel terbaru dari timothysaragi.com. Mari bergabung di Channel WhatsApp atau "timothysaragi.com Artikel Update", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VapB7ASBVJlBihjSSW2q, kemudian join. Atau di Channel Telegram, caranya klik link https://t.me/timothysaragicomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 
Posting Komentar

Posting Komentar